Selasa, 30 Oktober 2018

Ekonomi Indonesia

Perkembangan ekonomi Indonesia tetap menunjukkkan hasil yang efektif walaupun keadaan ekonomi di dunia sedang mengalami krisis. Peningkatan ekonomi tersebut kurang lebih 6,4 % lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut dibuktikan bedasarkan catatan suku tahun. Perkembangan ekonomi Indonesia tercatat 57,5% untuk wilayah pulau Jawa. Hal tersebut membuat Pulau Jawa menjadi pusat perkembangan ekonomi. Jika dikumpulkan menjadi satu maka perkembangan semester 1 pada tahun 2018 lebih baik daripada semeter 1  pada tahun 2017 yang hanya berkembang sebanyak 6,3%. sedangkan perkembangan semester 2 pada tahun 2018 lebih sedikit ketimbang semester 2 pada tahun 2017 hanya berkembang sebanyak 4,5%.nah jika di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya bisa di bilang pada tahun 2016-2013 itu lebih banyak ketimbang di tahun sekarang.


Walaupun demikian perkembangan ekonomi Indonesia mengalami ketidak normalan. Hal tersebut dikemukakan oleh peneliti ekonomi Indonesia for global justice yang bernama Salamuddin Daeng,Prof. Dr. Saleh Afiff dan Dr. Rizal Ramli. Salamuddin Daeng berpandangan bahwa perkembangan ekonomi yang terjadi di Indonesia tidak diimbangi dengan perkembangan kesejahteraan rakyat.sedangkan Prof.Dr.Saleh Afiff menjelaskan bawah perkembangan ekomoni yang terjadi di indonesia di karenakan kenaikan harga sembako serta meningkatnya peminat konsumennya. dan sedangkan Dr.Rizal Ramli menjelaskan bawah perkembangan ekomoni meningkat atau tidak stabil di karenakan korutop serta jumlah koruopsi di indonesia meningkat.
Adapula faktor lain yang membuat perkembangan ekonomi Indonesia mengalami ketidaknormalan. 


Faktor tersebut dapat dibagi menjadi enam yaitu 1.perkembangan ekonomi dapat dipengaruhi oleh daya konsumsi rakyat yang berlebihan. 2. pejabat ataupun rakyat melakukan korupsi yang menjadikan kekurangan ekomoni. 3.kenaikan harga pajak yang cukup meluas sehingga ekonomi berkurang 4. , semakin banyaknya hutang Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian rakyat 5. sumber daya alam Indonesia semakin dikuasai oleh pihak asing karena banyaknya penanaman modal asing di negara Indonesia
6. maupun adanya ekspor bahan mentah keluar negri yang semakin meningkat jumlahnya.


Selain Salamuddin Daeng, Prof. Dr. Saleh Afiff dan Dr. Rizal Ramli. Salamuddin Daeng adapula peneliti ekonomi dari Universitas Gajah Mada yang bernama A. Tony Prasetiantono yang  berpendapat bahwa perkembangan ekonomi Indonesia ditopang oleh area dalam negeri. Namun akibat dari krisis global yang terjadi maka membut ekspor pada suku ke tiga maupun keempat tahun ini menurun serta terjadinya penurunan angka perdagangan di Indonesia. Menurutnya hanya sedikit jumlah angka donatur ekspor terhadap PDB.

Dengan tingkat biaya yang lebih besar dengan tingkat aspirasi pemerintah yang cepat dapat mendukung perkembangan Indonesia sesuai pendapat dari A. Tony Prasetiantono. Hal tersebut dapat membuat indikator perubahan ekonomi menjadi kurang dari 5%. Jika tingkat inflasi menurun maka jumlah tunjangan akan semakin membesar.


Sanggar-Rias-idean