Perkembangan ekonomi Indonesia tetap menunjukkkan hasil yang
efektif walaupun keadaan ekonomi di dunia sedang mengalami krisis. Peningkatan
ekonomi tersebut kurang lebih 6,4 % lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal
tersebut dibuktikan bedasarkan catatan suku tahun. Perkembangan ekonomi
Indonesia tercatat 57,5% untuk wilayah pulau Jawa. Hal tersebut membuat Pulau
Jawa menjadi pusat perkembangan ekonomi. Jika dikumpulkan menjadi satu maka
perkembangan semester 1 pada tahun 2018 lebih baik daripada semeter 1 pada tahun 2017 yang hanya berkembang sebanyak 6,3%. sedangkan perkembangan semester 2 pada tahun 2018 lebih sedikit ketimbang semester 2 pada tahun 2017 hanya berkembang sebanyak 4,5%.nah jika di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya bisa di bilang pada tahun 2016-2013 itu lebih banyak ketimbang di tahun sekarang.
Walaupun demikian perkembangan ekonomi Indonesia mengalami
ketidak normalan. Hal tersebut dikemukakan oleh peneliti ekonomi Indonesia for
global justice yang bernama Salamuddin Daeng,Prof. Dr. Saleh Afiff dan Dr. Rizal Ramli. Salamuddin Daeng berpandangan
bahwa perkembangan ekonomi yang terjadi di Indonesia tidak diimbangi dengan
perkembangan kesejahteraan rakyat.sedangkan Prof.Dr.Saleh Afiff menjelaskan bawah perkembangan ekomoni yang terjadi di indonesia di karenakan kenaikan harga sembako serta meningkatnya peminat konsumennya. dan sedangkan Dr.Rizal Ramli menjelaskan bawah perkembangan ekomoni meningkat atau tidak stabil di karenakan korutop serta jumlah koruopsi di indonesia meningkat.
Adapula
faktor lain yang membuat perkembangan ekonomi Indonesia mengalami
ketidaknormalan.
Faktor tersebut dapat dibagi menjadi enam yaitu 1.perkembangan ekonomi dapat dipengaruhi oleh daya konsumsi rakyat yang berlebihan. 2. pejabat ataupun rakyat melakukan korupsi yang menjadikan kekurangan ekomoni. 3.kenaikan harga pajak yang cukup meluas sehingga ekonomi berkurang 4. , semakin banyaknya hutang Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian rakyat 5. sumber daya alam Indonesia semakin dikuasai oleh pihak asing karena banyaknya penanaman modal asing di negara Indonesia
6. maupun adanya ekspor bahan mentah keluar negri yang semakin meningkat jumlahnya.
Selain
Salamuddin Daeng, Prof. Dr. Saleh Afiff dan Dr. Rizal Ramli. Salamuddin Daeng adapula
peneliti ekonomi dari Universitas Gajah Mada yang bernama A. Tony Prasetiantono
yang berpendapat bahwa perkembangan
ekonomi Indonesia ditopang oleh area dalam negeri. Namun akibat dari krisis
global yang terjadi maka membut ekspor pada suku ke tiga maupun keempat tahun
ini menurun serta terjadinya penurunan angka perdagangan di Indonesia.
Menurutnya hanya sedikit jumlah angka donatur ekspor terhadap PDB.
Dengan tingkat biaya yang lebih besar dengan tingkat
aspirasi pemerintah yang cepat dapat mendukung perkembangan Indonesia sesuai
pendapat dari A. Tony Prasetiantono. Hal tersebut dapat membuat indikator
perubahan ekonomi menjadi kurang dari 5%. Jika tingkat inflasi menurun maka
jumlah tunjangan akan semakin membesar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar